Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




BI Imbau Masyarakat Perlakukan Uang dengan 3D
Senin, 5 September 2016
Sumber : http://www.papuapos.com

Untitled Document

JAYAPURA [PAPOS] - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto menghimbau masyarakat untuk memperlakukan uang dengan cara 3D.

“3D di sini itu uang  diterima, disayang dan disimpan, 3D berikutnya dilihat, diraba dan di terawang, kata dia untuk  masyarakat bisa mengenali keaslian uang, sehingga terhindar dari uang palsu (Upal), “kata Joko di kantor BI Papua baru-baru ini.

Untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dengan uang kartal, BI, kata dia, gencar mengedarkan uang dengan kas keliling di hampir seluruh Kabupaten/Kota di Papua, untuk menarik uang lusuh dari masyarakat dan mengganti dengan uang yang baru.

Joko mengakui masih ada kabupaten yang belum terjangkau, terutama pada daerah di Pegunungan Papua karena masalah geografis, hal inilah yang mendasari pihaknya berencana  membuka kas di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“ Kita merencanakan membuka kas di Wamena, karena Wamena merupakan penghubung ke daerah lain di Pegunungan Papua,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, akan di buka untuk daerah Nabire dan Serui untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang layak edar dalam pecahan dan nominal yang cukup.

Sebagai informasi, BI Papua periode Januari - Juli 2016 telah memusnahkan uang tidak layak edar sebesar Rp 837,76 miliar, meningkat 8,71 persen di banding tahun lalu sebesar Rp771,55 miliar.

Sedangkan untuk uang palsu yang di temukan pada periode yang sama sebanyak 57 lembar meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 23 lembar. [srb]

 

http://www.papuapos.com

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111