Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




OJK Ingatkan Masyarakat untuk Tetap Hati-hati Gunakan Jasa Keuangan
Sabtu, 17 September 2016
Sumber : http://m.wartaekonomi.co.id

Untitled Document

Warta Ekonomi.co.id, Bukittinggi - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan layanan jasa keuangan mencegah terjadinya penipuan dan kerugian.

"Sebelum transaksi seperti investasi, pengajuan kredit dan lainnya pahami betul semua syarat dan ketentuan, jangan langsung tanda tangan saja," kata Pelaksana Harian Kantor OJK Sumbar Bob Hasfian di Bukittinggi, Sabtu (17/9/2016).

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada media gathering OJK Sumbar bersama wartawan se-Sumbar.

Menurut dia berdasarkan pengalaman banyak masyarakat yang menggunakan layanan industri keuangan tidak memahami syarat dan ketentuan dalam kontrak perjanjian karena tidak membaca terlebih dahulu.

"Jangankan orang biasa, kalangan terpelajar hingga doktor juga ada yang tidak paham dan menjadi korban," ujarnya.

Akibatnya begitu sudah ada transaksi seperti akad kredit setelah jalan beberapa bulan tiba-tiba merasa berat dan diperlakukan tidak adil, namun apa mau dikata kontrak kerja sudah disepakati, kata dia.

Ia mengingatkan pahami betul poin-poin yang ditawarkan karena begitu ditandatangani tidak ada lagi peninjauan ulang dan pengajuan keberatan.

Kemudian ia mengingatkan dalam memilih instrumen investasi agar cermat memilih perusahaan dan memastikan resmi terdaftar.

Perhatikan nilai keuntungan yang ditawarkan, jika lebih tinggi dari suku bunga yang diberikan bank dapat diduga berasal dari usaha yang ilegal.

Kalau perbankan mampu memberikan keuntungan lima persen, kemudian ada investasi yang menawarkan untung sampai 10 persen itu jelas tidak logis, ujar dia.

"Oleh sebab itu jangan mudah tergiur dengan bujuk rayu, pastikan produk investasi tersebut resmi," kata dia.

Selanjutnya terkait adanya tawaran produk melalui telepon ia mengingatkan untuk berhati-hati dan jangan mudah tergiur.

Apalagi saat ini para pemasar menggunakan berbagai cara, jika masyarakat merasa ditipu silakan melapor ke OJK, lanjut dia.

Salah seorang peserta media gathering Hendri Nova berharap OJK memaksimalkan edukasi tentang pengelolaan keuangan terutama ke daerah karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui.

"Ini merupakan tugas berat bagi OJK agar masyarakat melek dengan jasa keuangan," ujar dia. (Ant)

 

http://m.wartaekonomi.co.id

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111