Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




BI: Transmisi Pelonggaran Moneter ke Kredit Belum Kuat
Senin, 26 September 2016
Sumber : https://m.tempo.co/read/news

Untitled Document

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) dalam delapan-sembilan bulan terakhir telah melakukan beberapa kelonggaran kebijakan moneter. Terakhir, pada pekan lalu, BI kembali melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak 25 basis points (bps), dari 5,25 persen menjadi 5 persen.

Adapun tujuan penurunan suku bunga acuan BI Rate menjadi BI 7-days Repo Rate bertujuan mendongkrak pertumbuhan kredit, sehingga hal ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Sayangnya, tindakan bank sentral tak lantas diikuti penurunan tingkat suku bunga di perbankan dengan cepat. Menurut Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Yoga Affandi, bank masih harus banyak melakukan penyesuaian likuiditas internal, di mana tahun ini banyak bank yang melunasi utang valuta asing.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penurunan suku bunga deposito lebih cepat dibandingkan dengan suku bunga kredit. "Suku bunga deposito turun lebih cepat, yakni 100 bps atau 6,94 persen, dari Januari sampai Agustus 2016," ujar Yoga Affandi di Kantor Perwakilan BI Semarang, Sabtu, 24 September 2016. Adapun untuk suku bunga kredit, BI mencatat, penurunan itu lebih lambat, yakni 52 bps atau 12,31 persen hingga Agustus 2016.

Penurunan suku bunga deposito yang cepat itu menyebabkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) melemah. Secara year-to-date hingga Agustus 2016, pertumbuhan DPK sebesar 5,6 persen. Pertumbuhan kredit juga melemah sebesar 6,8 persen secara year-to-date hingga Agustus 2016.

Hal tersebut, menurut Yoga Affandi, menandakan pertumbuhan ekonomi belum dapat dikatakan solid, sehingga membutuhkan stimulus di bidang fiskal. Meski demikian, kebijakan moneter tersebut memberi likuiditas di pasar uang. BI mencatat, likuiditas mengalami surplus ditambah dengan adanya kebijakan pemerintah, yakni penerapan Undang-Undang Pengampunan Pajak.

 

https://m.tempo.co/read/news

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111