Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Perbankan dan Pasar Modal Diminta Tingkatkan Permodalan Sektor Infrastruktur
Rabu, 28 September 2016
Sumber : http://www.pasardana.id

Untitled Document

Pasardana.id – Pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan pendanaan dari pemerintah. Sumber pembiayaan lain yang diharapkan, yakni dari industri keuangan seperti perbankan dan pasar modal.

Oleh sebab itu, industri keuangan, khususnya perbankan dan pasar modal, berperan penting dalam pembiayaan infrastruktur yang saat ini tengah giat-giatnya dilakukan Pemerintah.

“Kami berharap industri keuangan bisa berkembang dan menjadi sumber pembiayaan di Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida di Jakarta, Selasa (27/9/2016) malam.

Seperti diketahui bersama, jelas Nurhaida, pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla terus menggenjot pembangunan infrastruktur guna mendorong perekonomian yang berkelanjutan.

Masalahnya, dana dari industri keuangan nasional, masih minim. Hal itu terlihat dari masih kecilnya simpanan di perbankan dan minimnya dana investor di pasar modal.

Oleh sebab itu, lanjut dia, OJK terus mendorong agar perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bisa mendukung program pemerintah tersebut. Dengan begitu, kata dia, perusahaan-perusahaan di Indonesia bisa berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

“Di sisi internal, kita sedang maksimal pembangunan infrastruktur, tentu hal ini akan bisa didukung jika kita mempunyai pembiayaan untuk pembangunan tersebut,” ungkap Nurhaida.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, pendalaman pasar keuangan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga saja.

“Itu saling terkait satu sama lain, yakni pasar valas, pasar saham, dan obligasi,” katanya.

Persoalannya, lanjut dia, pasar keuangan dan pasar modal berada di bawah yurisdiksi otoritas yang berbeda-beda. Karena itu, butuh koordinasi di antara masing-masing otoritas, yaitu BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah. 

 

http://www.pasardana.id

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111