Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Fintech dipercaya bakal dongkrak literasi keuangan nasional
Sabtu, 8 Oktober 2016
Sumber : https://www.merdeka.com

Untitled Document

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan aturan untuk mengatur dan mengawasi perkembangan jenis usaha sektor jasa keuangan yang menggunakan kemajuan teknologi atau disebut financial technology (Fintech). OJK sudah membentuk 'Tim Pengembangan Inovasi Digital Ekonomi dan Keuangan' yang terdiri dari gabungan sejumlah satuan kerja di OJK untuk mengkaji dan mempelajari perkembangan Fintech dan menyiapkan peraturan serta strategi pengembangannya.

Pelaksana Program Literasi Keuangan Mercy Corps Indonesia, Nino Rianditya Putra mendukung OJK untuk segera menyelesaikan aturan ini, sebab akan mendongkrak digitalisasi di sektor keuangan Tanah Air, termasuk perbankan. Menggunakan teknologi digital, maka masyarakat di daerah terpencil bisa dijangkau oleh perbankan dan literasi keuangan Tanah Air akan semakin tinggi.

"Financial Technology itu banyak seperti program laku pandai, dan sekarang ada juga aplikasi sikapi uangmu. Ini kan salah satu bentuk literasi atau pendalaman sektor keuangan," katanya ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (7/10).

"Ini sekaligus mendukung branchless banking atau bank tanpa kantor cabang dan sangat efektif untuk usaha mikro dan masyarakat di daerah pelosok," sambungnya.

Nino menyarankan agar OJK bisa segera menyelesaikan payung hukum Fintech untuk melindungi nasabah. Namun, di balik itu semua otoritas terkait juga diminta untuk gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat di pelosok tidak kaget menggunakan teknologi.

"Kalau bisa jangan langsung teknologi rumit seperti smartphone, misalnya bisa dengan berbasis SMS seperti laku pandai yang menjadikan nomor handphone jadi rekening. Sebenarnya sudah banyak aplikasi digitalisasi keuangan, cuma belum ada regulasi ini semua, tidak ada standardisasi keamanan," katanya.

Menurutnya, Lembaga Mercy Corps Indonesia sendiri sudah melakukan riset atau uji penggunaan teknologi dalam Fintech. Mercy Corps juga telah melakukan riset program laku pandai di beberapa kabupaten di Indonesia bersama Bank Mandiri dan Citibank

"Kalau regulasi itu menurut aspek paling mudah, tapi yang paling sulit sosialisasi ke pengguna, selain regulasi harus diperhatikan juga penguatan sistem. Perbankan bisa support adanya Fintech ini."

 

https://www.merdeka.com

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111