Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI: Kondisi Industri Perbankan Stabil
Minggu, 11 Desember 2016
Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com

Untitled Document

MedanBisnis - Banda Aceh. Penilaian Bank Indonesia (BI) terhadap kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia sampai saat ini masih relatif stabil dan ketahanan perbankan masih terjaga.

Hal itu bedasarkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) industri perbankan tercatat sebesar 22,3%, dan rasio likuiditas (AL/ADK) berada pada level 20,2%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah non performing loan (NPL) tercatat sebesar 3,1 (gross) atau 1,4 (net) yang tergolong relatif rendah pada akhir triwulan III 2016.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto pada kuliah umum Makroprudensial dengan tema "Bank Indonesia penjaga stabilitas ekonomi Bangsa" di aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (8/12) menyebutkan, kewenangan dan pengawasan makroprudensial tetap dilakukan oleh BI selaku otoritas yang turut menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Artinya BI sampai saat ini masih menjalankannya funsi pengawasan dan pengaturan perbankan dalam level dan tingkatan Industri," ujarnya.

Dia juga mengatakan, industri perbankan belum terlihat adanya indikasi pertumbuhan kredit yang berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya risiko sistemik sebagaimana di tunjukkan oleh kesenjangan antara kredit terhadap produk domestik bruto (PDB).

Maka dengan adanya pengeluaran kebijakan makroprudensial oleh BI dalam bentuk pelonggaran ketentuan loan to value ratio (LTV) serta penetapan tambahan penyangga modal (buffer) bank sebesar nol persen, merupakan indikasi bahwa BI menilai saat ini kondisi industri perbankan Indonesia masih relatif stabil dengan ketahanan modal yang terjaga.

Untuk itu, BI mengharapkan pelonggaran ketentuan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap menjaga stabilitas makro ekonomi.
Dalam acara tersebut turut hadir Kepala BI Perwakilan Aceh Ahmad Farid, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Filianingsih Hendarta, serta para dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah.

 

http://www.medanbisnisdaily.com

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111