Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bunga Kredit Perbankan Berpeluang Turun
Selasa, 13 Desember 2016
Sumber : http://kursrupiah.net

Untitled Document

Meski Bank Indonesia telah melakukan pelonggaran moneter sepanjang tahun 2016, namun penurunan suku bunga kredit perbankan masih sangat terbatas. Karena itu, bank sentral Indonesia tersebut berencana menurunkan batas maksimum suku bunga kredit dari 2,95 persen menjadi 2,25 persen per bulan.

Dengan rencana pemangkasan bunga ini, Bank Indonesia berharap dapat mendorong pertumbuhan kredit. Tahun ini, menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit perbankan hanya berkisar tujuh hingga sembilan persen. “Bunga kredit baru turun 61 basis poin. Jadi, ada ruang untuk penurunan lebih lanjut,” kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung.

Sementara itu, Director CORE Indonesia, Hendri Saparini, mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan suku bunga kredit perbankan masih sangat terbatas penurunannya. Padahal, penurunan suku bunga kredit mampu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

“Pertama, karena tren kenaikan kredit bermasalah menjadikan perbankan lebih konsentrasi dalam melakukan pencadangan dana sehingga memengaruhi keterbatasan penurunan bunga,” katanya. “Selain itu, masih tingginya biaya perolehan dana perbankan, terutama untuk deposito premium.”

Ditambahkan Hendri, penyaluran kredit yang lambat akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi sehingga pendapatan bunga kredit ikut tersendat. “Upaya efisiensi juga belum berjalan optimal akibat kompleksitas tantangan eksternal yang dihadapi perbankan jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” sambungnya.

Pertumbuhan kredit perbankan sendiri diperkirakan bakal membaik pada tahun 2017 mendatang. Pemerintah optimistis kredit perbankan bisa tumbuh sekitar sembilan hingga 11 persen. Alasannya, 14 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah bisa memberikan dorongan kredit tumbuh lebih tinggi.

 

http://kursrupiah.net

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111