Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Dunia Internasional Masih Tertarik dengan Indonesia
Selasa, 7 Maret 2017
Sumber : http://mediaaceh.co

Untitled Document

MEDIAACEH.CO, Jakarta – Bank UBS Indonesia menggelar UBS Indonesia Conference 2017. Acara ini dihadiri lebih dari 60 perusahaan terkemuka di Indonesia serta lebih dari 140 institusi investor dari seluruh dunia.

Setidaknya pergelaran event tersebut dilaksanakan selama dua hari di Jakarta, pada 6-8 Maret 2017. ?Keadaan tersebut membuktikan, bahwa dunia internasional masih sangat tertarik dengan perekonomian Indonesia.

Menurut Country Head of UBS Indonesia Joshua Tanja, ?pertumbuhan ekonomi saat ini harus didukung oleh dunia digital. Bayangkan saja layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) yang saat ini sedang gencar di Indonesia diproyeksikan bisa memberikan sentimen positif bagi tingkat ekonomi nasional.

"Pembelanjaan infrastruktur pemerintah juga akan membantu bangkitnya ekonomi Indonesia dan bagaimana dampak dari pelonggaran kebijakan moneter terhadap lingkungan bisnis perusahaan dan arus kas," kata Joshua, ?ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa 7 Maret 2017.

Pada tahun ini, Joshua yakin, pertumbuhan ekonomi sangat berdampak besar bagi perusahaan. Dengan begitu, banyak investor yang tidak akan pulang dengan 'tangan kosong' dari Indonesia.

?"Dengan semua tren dan perubahan yang mempengaruhi perekonomian Indonesia dan sektor korporasi. Kami optimis investor tidak pulang dengan tangan kosong, tapi akan menemukan Iden investasi jangka panjang yang penting," jelas Joshua.

Sepanjang 2017, Pemerintah Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1 persen atau lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 5,02 persen. Bahkan institusi lain meyakini jika ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 5,3 persen.

"Kita perlu untuk terus menjaga dari sisi inflasi supaya tidak menimbulkan persepsi bahwa akan ada kenaikan dan kemudian mengerosi dari sisi konsumsi masyarakat," jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani mengatakan, optimisme peningkatan investasi juga disampaikan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investasi akan datang dari dari lembaga keuangan seperti perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank, sehingga harapannya menjadi semakin optimistis

 

http://mediaaceh.co

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111